Bapak Ma’arif (56), warga Desa Manyar, Gresik, Jawa Timur, telah tunanetra sejak kecil. Ia menempuh pendidikan di SLB selama enam tahun, kemudian melanjutkan ke SMP LB dan SMA LB. Setelah lulus, beliau mengikuti pendidikan terapi pijat selama satu tahun dan menjadikannya profesi hingga kini.

Dalam kesehariannya, Bapak Ma’arif rutin membaca Al-Qur’an Braille. Kebiasaan ini ia tekuni sejak bergabung dengan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) tujuh tahun lalu. Hingga saat ini, beliau telah berhasil membaca Al-Qur’an Braille sampai Juz 7.
Kebahagiaan terpancar dari wajahnya ketika tim Dompet Dhuafa menyerahkan satu unit lengkap Al-Qur’an Braille tanpa terjemahan.
“Terima kasih kepada para donatur Dompet Dhuafa. Saya senang sekali. Semoga teman-teman saya yang lain juga bisa mendapatkan Al-Qur’an Braille agar kami semua bisa semakin lancar membaca Al-Qur’an. Doa saya, semoga para donatur diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki agar terus bisa membantu banyak orang,” ungkap Bapak Ma’arif.

Di tempat yang berbeda, di Pasuruan ada Ibu Mulyani seorang tunanetra yang menerima Al Quran Braille mengucapkan terimakasih kepada para donatur. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita semua.
Kisah sederhana ini menjadi pengingat bahwa bantuan sekecil apa pun dapat membuka pintu kebaikan yang lebih luas. Semangat Bapak Ma’arif dan Ibu Mulyani untuk terus belajar menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ayo perluas kebermanfaatan ini dengan Donasi Terbaik anda untuk Program Tunanetra Mengaji, link berikut https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/TunaNetraMengaji









Tinggalkan Balasan