Layanan :

0804-100-4000 (Call Center)

kepri@dompetdhuafa.org

+62 81-546-506-000

Hukum Memakan Harta Anak Yatim Menurut Pandangan Islam

Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan untuk memuliakan semua makhluk hidup, teutama sebagai sesama manusia. Anak yatim adalah salah satu yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk disantuni. Untuk itu ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan seorang muslim jika menyantuni anak yatim. Anak yatim hidup dengan kondisi yang sudah ditinggalkan seorang Ayah serta kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Untuk itu, tidak heran jika memang Islam memerintahkan kita untuk menyantuni anak-anak yatim.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengambil anak yatim dari kalangan Muslimin, dan memberinya makan dan minum, Allah akan memasukannya kedalam surga, kecuai apabila ia berbuat dosa besar yang tidak terampuni.” (HR. Tirmidzi).

Hadits ini menunjukkan betapa mulianya orang-orang yang mau menyantuni anak yatim dalam hidupnya. Pahala dan surga menjadi jaminan bagi mereka, karena amalan yang telah dilakukan tersebut. Termasuk jika kita ingin memberikan sedekah dan zakat untuk anak yatim (sesuai dengan ketentuan golongan penerima zakat menurut Islam), maka ada keutamaan tersendiri

Namun, dalam Islam juga dilarang bagi kita untuk memakan harta anak yatim. Bahkan Allah memberikan kecaman yang luar biasa, bagi mereka yang melakukannya. Apalagi, anak yatim biasanya membutuhkan dukungan, bantuan, dan perlindungan lebih saat ayah atau orang tuanya telah tiada. Dalam sejarah masa lalu, tentu ada orang-orang yang tega berbuat hal tersebut. Berikut adalah penjelasan mengenai hukum memakan harta anak yatim dalam Islam.

 

Ayat dan Hadits tentang Memakan Harta Anak Yatim

Dalam Al-Quran dan hadits telah banyak disebutkan bahwa hukum memakan harta anak yatim atau mengambil harta anak yatim adalah suatu yang dosa dan Allah berjanji akan membalasnya kelak di akhirat dengan siksaan neraka. Untuk itu, perlu kita ketahui apa saja ayat dan hadits tersebut, agar kita bisa memahami dan meyakininya, sehingga kita menjauhi segala perkara yang menjerumuskan pada perilaku mengambil harta anak yatim tersebut.

  1. QS Al-Ma’un: 1-2

Dalam Al-Quran surat Al-Ma’un ayat 1-2, Allah berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka mereka itulah orang yang menghardik anak yatim.”. Dalam ayat ini disebutkan bahwa menghardik anak yatim, dalam artian mencaci maki dan membiarkannya dalam kesulitan adalah dosa yang sangat besar. Untuk itu, jangankan mengambil hartanya, memakinya saja Allah memberikan kecaman yang luar biasa. Untuk itu, sayangi dan berilah perlindungan untuk mereka.

  1. HR Bukhari dan Muslim

Dosa yang juga besar adalah termasuk jika kita mengambil dan memakan harta anak yatim, dimana harta tersebut bukanlah hak dari kita, tentu sebuah dosa yang sangat besar. Hal ini juga disebutkan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak,” dan salah satu diantara perkara yang Rasulullah sebutkan adalah “Memakan harta anak yatim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. HR Ibnu Jarir

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibu Jarir juga disebutkan bahwa balasan Allah begitu pedih saat mereka mengambil harta anak yatim. Tentu kita tidak ingin dibangkitkan dalam kondisi yang menyedihkan seperti ini bukan?

“Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan keluar nyala api dari mulut, telinga, hdiung, dan matanya. Siapapun yang melihatnya pasti akan mengetahui bahwa ia adalah pemakan harta anak yatim.”

  1. QS An-Nisa: 10

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (nereka)”. Dalam surat An-Nisa ayat 10 berikut, telah jelas bahwa ketika kita memakan harta anak yatim, maka sebenarnya kita sedang menjerumuskan diri sendiri ke dalam jurang neraka. Kita memakan api sendiri dan membuat diri kita tersiksa nantinya di akhirat. Tentu hal ini perlu kita hindari sahabat.

  1. QS Al-An’am: 151-152

“Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepda ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabatmu dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan padamu agar kamu ingat.”

Dalam ayat ini, sudah sangat jelas bahwa mendekati harta anak yatim saja dilarang, apalagi mengambil dan menjadikannya hak yang bukan seharusnya oleh kita. Untuk itu, seharusnya kita menjaga hartanya, memelihara, dan membuat anak-anak yatim tersebut tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang sukses.

 

Cara Menjauhi Harta Anak Yatim

Seperti penjelasan dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits, Allah begitu mengecam orang-orang yang mengambil harta anak yatim untuk kebutuhan dirinya sendiri. Tentu hal ini perlu kita jauhi, agar kita pun terhindar dari api neraka. Untuk menjauhi harta anak yatim, kita bisa melakukan hal-hal berikut ini.

  • Carilah harta yang cukup dan halal, dengan begitu kita tidak akan mengganggu harta yang bukan milik kita sendiri
  • Cintai dan sayangi anak yatim. Bayangkan mereka adalah diri kita. Bagaimana perasaan dan nasib hidupnya jika kita mengambil harta mereka dan mendzaliminya
  • Jangan hardik anak yatim jika kita tidak mampu membantu dan memberikannya kebahagiaan. Berikanlah kasih sayang dan hati yang ikhlas untuk mereka, walaupun belum bisa memberikannya dengan materi.

Percayalah, bahwa Allah akan membalas segala amal perbuatan baik kita dan juga amal perbuatan buruk kita dengan balasan yang setimpal. Jika kita menyayangi, menyantuni, dan memenuhi kebutuhan anak-anak yatim, insya Allah kita adalah bagian dari golongan Rasulullah SAW dan balasan surga akan diberikan juga oleh Allah. Semoga bisa kita amalkan secara istiqomah, sahabat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Berikan Layanan untuk Sesama, Dompet Dhuafa Kepri Gelar USG Gratis di Batam

    Berikan Layanan untuk Sesama, Dompet Dhuafa Kepri Gelar USG Gratis di Batam

    Berikan Layanan Keatam – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kesehatan…

  • Distribusi Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Palestina di Yordania

    Distribusi Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Palestina di Yordania

    YORDANIA — Setelah melepas bantuan kapal kemanusiaan dari Tunisia menuju Gaza,…

  • Tunisia Sambut Kedatangan Konvoi Global Sumud Flotilla dari Spanyol, Siap Berlayar Menuju Gaza

    Tunisia Sambut Kedatangan Konvoi Global Sumud Flotilla dari Spanyol, Siap Berlayar Menuju Gaza

    TUNISIA – Pada Minggu (7/9/2025) sore konvoi kapal-kapal Global Sumud Flotilla dari Spanyol…

  • Ambulans Dompet Dhuafa Evakuasi Korban yang Berjatuhan di Gaza Utara

    Ambulans Dompet Dhuafa Evakuasi Korban yang Berjatuhan di Gaza Utara

    PALESTINA – Seorang relawan mitra kemanusiaan Dompet Dhuafa di Palestina…

  • Dompet Dhuafa Kembali Raih Top Brand Award 2025, 8 Tahun Beturut-turut: Wujud Konsistensi Layanan & Kepercayaan Publik

    Dompet Dhuafa Kembali Raih Top Brand Award 2025, 8 Tahun Beturut-turut: Wujud Konsistensi Layanan & Kepercayaan Publik

    BALI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dompet Dhuafa di tingkat…

  • Melanjutkan Respon Kebakaran Rumah di Baloi Blok 2 Batam, MTT dan Dompet Dhuafa Kepri Distribusikan Makanan Siap Saji

    Melanjutkan Respon Kebakaran Rumah di Baloi Blok 2 Batam, MTT dan Dompet Dhuafa Kepri Distribusikan Makanan Siap Saji

    Batam – Dompet Dhuafa Kepulauan Riau (Kepri) bersama Majelis Telkomsel…

  • Ukir Senyum 50 Adik Yatim dan Dhuafa, Tokio Marine Life dan Dompet Dhuafa Kepri Bagikan Paket Alat Sekolah

    Ukir Senyum 50 Adik Yatim dan Dhuafa, Tokio Marine Life dan Dompet Dhuafa Kepri Bagikan Paket Alat Sekolah

    Batam – Kebahagiaan terpancar dari wajah puluhan anak yatim dan…

  • Sinergi Jumat Berkah, Majelis Telkomsel Taqwa dan Dompet Dhuafa Kepri Salurkan 70 Paket Nasi Kotak di Masjid Al-Ikhlas Kebun Taman Yasmin

    Sinergi Jumat Berkah, Majelis Telkomsel Taqwa dan Dompet Dhuafa Kepri Salurkan 70 Paket Nasi Kotak di Masjid Al-Ikhlas Kebun Taman Yasmin

    Batam, 18 Juli 2025 — Dompet Dhuafa Kepulauan Riau kembali…

  • Tanam Harapan & Kukuhkan Industri Komunal di Milad ke-32 tahun Dompet Dhuafa

    Tanam Harapan & Kukuhkan Industri Komunal di Milad ke-32 tahun Dompet Dhuafa

    JAKARTA – Tanggal 2 Juli 2025 hari ini, Dompet Dhuafa genap…