Layanan :

0804-100-4000 (Call Center)

kepri@dompetdhuafa.org

+62 81-546-506-000

Kisah Pasutri Penyintas Semeru, Rumah dan Sawah Hancur

Seakan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, sudah menjadi bagian dari tubuhnya. Lahir di sana, besar di sana, mencari kehidupan di sana. Menjalani kehidupan tanpa terjadi bencana sejak kecil, Pak Hasyim merasa sangat nyaman dan tentram menjadi warga Dusun Kajar Kuning.

Rumah berlatar belakang Gunung Semeru yang gagah menjulang menembus awan, halaman rumah yang luas dengan berbagai macam tumbuhan cantik, tetangga-tetangga yang super ramah, suhu yang sejuk tanpa harus memasang AC, juga dikelilingi oleh lahan-lahan pertanian maupun perkebunan dengan air yang melimpah, menjadikan Pak Hasyim selalu memanjatkan syukur kepada Allah, Sang Pemilik Alam Semesta. Hal tersebut juga ia tularkan kepada istri, serta anak dan cucu-cucunya.

Maka sangat tak disangka, dengan tanpa aba-aba, Gunung Semeru mengalirkan lahar dingin ke arah pemukiman Dusun Kajar Kuning ditambah semburan dan hamburan awan panas yang menghujaninya dengan dahsyat. Tidak hanya itu, guncangan akibat erupsi juga menambah besar dampak bencana ini hingga rumah-rumah banyak yang rusak, tak terkecuali rumah Pak Hasyim.

“Mboten nyono, kula 65 tahun urip teng mriki teruse wonten bencana niki. Biasane nggeh mung gluduk-gluduk mawon. Mboten nate lahar nyampe Kajar Kuning (Tidak nyangka, Saya 65 tahun di sini kemudian terjadi bencana sebesar ini. Biasanya ya cuma petir-petir saja. Tidak pernah sampai ada lahar sampai di Kajar Kuning),” kata Pak Hasyim di dampingi sang istri saat bercerita kepada tim Dompet Dhuafa di tenda pengungsian di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, pada Selasa (28/12/2021).

Tidak hanya rumah tempat tinggal yang hancur, melainkan juga lahan-lahan pertanian dan perkebunan serta peternakan juga menjadi sasaran dampak musibah dahsyat ini. Padahal, warga di sana memanglah bermata pencaharian utama sebagai petani dan peternak. Lahan serta penghasilan Pak Hasyim pun tak luput dari yang terdampak.

Kesehariannya bersama sang istri adalah bertani dan berkebun. Tidak ada aktivitas lain selain itu kecuali menjualkan hasil tani dan kebunnya berupa padi dan cabai.

Masih dengan nada pilu, Sukarminah sang istri menyebutkan, bahwa seharusnya Hari Minggu ia sudah mulai memanen cabai, namun pada Sabtu sore, sehari bahkan beberapa jam sebelum waktu itu tiba, semuanya seketika lenyap tak tersisa. Tidak hanya itu, lima hari setelah erupsi, seharusnya padi yang ia tanam bersama sang suami sudah siap untuk dipanen.

“Ini sebenarnya sudah waktunya panen. Tapi sudah habis semua cabai-cabainya dan padi-padinya. Sebelum kejadian, cabainya itu sudah-merah-merah, padinya pun sudah kering. Sudah waktung dipanen pokoknya. Harusnya, cabaing besoknya sudah mulai panen. Padinya kurang lima hari lagi juga sudah panen. Semuanya sudah habis, tapi Alhamdulillah yang penting orang-orangnya selamat,” lanjut cerita Bu Sukarminah.

Bila mengingat peristiwa itu, isak tangis sedih serta tetesan air mata tiba-tiba mengucur tak terbendung dari mata ibu berdarah Madura ini. Meskipun dirinya dan keluarga selamat dari bencana maut, namun bingkai-bingkai film menakutkan itu masih kerap terputar jelas dibenaknya.

Sukarminah dan sang suami saat ini masih belum terfikir untuk bagaimana memulainya lagi dari nol. Yang menjadi sangat penting untuk saat ini adalah tempat tinggal. Ia berharap rencana relokasi yang digagas oleh pemerintah melalui lembaga-lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa dapat segera terwujud.

“Semoga rencana relokasi itu benar ada dan diwujudkan. Saat ini yang kami butuhkan adalah tempat tinggal, karena saya masih harus merawat kedua cucu saya yang yatim itu. Yang lainnya insyaAllah akan difikirkan kalau cucu-cucu saya sudah nyaman punya tempat tinggal,” tandasnya. (Dompet Dhuafa / Muthohar)

*

Bantu Korban Bencana Melalui Program Humanesia, klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Bulan Safar, Apakah Ada Keutamaan Khusus?

    Bulan Safar, Apakah Ada Keutamaan Khusus?

    Safar merupakan bulan kedua dalam kalender hijriah setelah bulan Muharram.…

  • Kurban Pilih Jantan atau Betina?

    Kurban Pilih Jantan atau Betina?

    Kurban jantan atau betina merupakan sebuah tema pembahasan tahunan yang…

  • Dompet Dhuafa kirimkan Dai Pemberdaya ke daerah pelosok di Kota Batam

    Dompet Dhuafa kirimkan Dai Pemberdaya ke daerah pelosok di Kota Batam

    (Batam, Kepulauan Riau) Dompet Dhuafa mengirimkan Dai pemberdaya ke Dapur…

  • Sekolah Tahfidz Ekselensia Gelar PTM (Parade Tasmi dan Muhadharah) ke 2

    Sekolah Tahfidz Ekselensia Gelar PTM (Parade Tasmi dan Muhadharah) ke 2

    (Minggu, 28 Mei 2023) Sekolah Tahfidz Star Ekselensia mengadakan acara…

  • ATM Beras Dompet Dhuafa, Solusi Praktis Salurkan Kebaikan Muzaki

    ATM Beras Dompet Dhuafa, Solusi Praktis Salurkan Kebaikan Muzaki

    ATM Beras Dompet Dhuafa menjadi solusi bagi masyarakat ekonomi rendah…

  • Qadha Puasa atau Fidyah Bagi Ibu Hamil

    Qadha Puasa atau Fidyah Bagi Ibu Hamil

    Seringkali membayar fidyah menjadi alternatif untuk melunasi hutang puasa yang…

  • Waktu Terbaik Sedekah Menurut Rasulullah SAW

    Waktu Terbaik Sedekah Menurut Rasulullah SAW

    Sedekah merupakan salah satu amalan bernilai pahala yang besar dan…

  • Program Borong Gerobak Nusantara di Batam Bareng Dompet Dhuafa Kepri

    Program Borong Gerobak Nusantara di Batam Bareng Dompet Dhuafa Kepri

    (Batam) Dompet Dhuafa Kepulauan Riau melakukan aksi Borong Gerobak Nusantara…

  • Distribusi Parsel Ramadan di Tempat Pembuangan Sampah, Punggur – Batam

    Distribusi Parsel Ramadan di Tempat Pembuangan Sampah, Punggur – Batam

    (Batam) Dompet Dhuafa Kepri bersama MTT Telkomsel menyalurkan 60 Parcel…