Layanan :

0804-100-4000 (Call Center)

kepri@dompetdhuafa.org

+62 81-546-506-000

Tata Cara Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat Islam

Setelah melewati fase memilih hewan kurban terbaik, kini saatnya kamu mengetahui tata cara penyembelihan kurban yang benar sesuai syariat Islam. Pada Hari Raya Iduladha yang datang hanya setahun sekali itu, hewan kurbanmu akan disembelih. Akan sangat disayangkan bila ternyata kurbanmu tidak sah, hanya karena kamu keliru atau melewatkan step-step dalam tata cara penyembelihan kurban sesuai syariat. Untuk itu, sebelum Hari Raya tiba, kita perlu mempelajari tata cara penyembelihan hewan kurban agar ibadah kita sempurna. Simak penjelasan berikut, yuk!

Tata Cara Penyembelihan Kurban

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik (ihsan) dalam segala hal. Jika kalian membunuh (menegakkan qishas atau menyembelih hewan), maka lakukanlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.”
(HR Muslim, No 1955)

Islam mengajarkan tata cara penyembelihan kurban yang baik dan benar, artinya tidak menyakiti hewan yang akan disembelih. Berikut detail langkah-langkah penyembelihan kurban yang didapat dari hadis dan keterangan para ulama:

1. Pekurban dan penyembelih hewan harus dalam keadaan suci.

2. Tempat pemotongan hewan kurban relatif bersih dari kotoran.

3. Bersikap lembut terhadap hewan kurban, tidak menarik hewan secara kasar, apalagi memukul;

4. Memberikan hewan kurban minum sebelum disembelih untuk menerapkan sikap al-ihsan yang diajarkan Nabi Saw.

5. Menghadapkan hewan kurban yang akan disembelih ke arah kiblat.

6. Ketika menyembelih, penyembelih membaca selawat.


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

“Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad Saw dan keluarganya”.

    Kemudian membaca doa:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..

Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban ini dariku…”

7. Saat memasuki 1 Zulhijah, disunahkan tidak memotong kuku maupun rambut hingga hewan kurbanmu disembelih.

Dari Ummu Salamah, Nabi Muhammad Saw bersabda:

“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Zulhijah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga.”
(HR. Muslim, No 1977)

8. Mempertajam pisau yang digunakan untuk menyembelih.

9. Mempercepat proses penyembelihan, sehingga hewan kurban tidak terlalu lama merasakan sakit.

10. Membaca takbir saat proses penyembelihan.

11. Penyembelihan dilakukan di hadapan warga agar banyak yang mendoakan dan menyaksikan syiar ibadah kurban.

12. Disunahkan bagi pekurban mengambil bagian hewan yang dikurbankannya, meski hanya sedikit, selama itu bukan kurban karena nazar atau ta’yin.

Itulah tata cara penyembelihan kurban yang sesuai dengan syariat Islam. Sahabat, bila kamu ingin memastikan kurbanmu sah dan memenuhi tata cara penyembelihan seperti di atas, kamu bisa mengamanahkannya melalui Dompet Dhuafa dengan kurban online. Sebelum memutuskan untuk berkurban secara online kamu bisa membaca informasi selengkapnya tentang hukum kurban online dalam artikel hukum kurban online.

Waktu Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat

Waktu penyembelihan kurban yang dianjurkan adalah sejak terbitnya matahari di 10 Zulhijah atau tepat di Hari Raya Iduladha. Utamanya seusai salat Id. Dengan begitu, artinya ada tiga syarat yang harus diperhatikan sebelum menyembelih hewan kurban, yakni mulai matahari terbit, selesai salat Id 2 rakaat, dan khotbah. Maka tibalah waktu yang tepat untuk menyembelih hewan kurban.

Bagi Sahabat yang tidak melaksanakan salat Iduladha, kamu harus memperkirakan atau menunggu salat dan khotbah selesai dari masjid terdekat. Sementara, batas akhir waktu penyembelihan kurban adalah saat matahari terbenam di Hari Tasyrik terakhir pada tanggal 13 Zulhijah.

Diriwayatkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib, Rasulullah Saw pernah bersabda, “Barangsiapa menyembelih hewan kurban setelah salat Iduladha, maka sembelihannya telah sempurna dan ia sesuai dengan sunah kaum muslimin.”
(HR Bukhari no. 5546)

Perlu diingat, bila kamu menyembelih hewan kurban sebelum waktunya atau terlewat dari waktu yang dianjurkan, misalnya menyembelih di malam Iduladha, maka sembelihan itu tidak menjadi ibadah kurbanmu, melainkan sedekah biasa saja.

Diriwayatkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya hal pertama yang kita mulai pada hari ini adalah kita melaksanakan salat (Iduladha), kemudian kita pulang dan menyembelih (hewan kurban). Barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia telah sesuai dengan sunah kami. Adapun yang menyembelih hewan kurban sebelum salat Iduladha, maka sembelihannya itu hanyalah daging yang ia berikan untuk keluarganya, bukan termasuk daging hewan kurban (yang dimaksud).”
(HR Bukhari no. 965)

Kurban Bersama Dompet Dhuafa

Kamu nggak punya banyak waktu untuk memilih hewan kurban terbaik? Dompet Dhuafa punya solusinya! Ada empat manfaat pasti yang akan kamu dapatkan bila berkurban bersama Dompet Dhuafa, apa saja itu?

Pertama, pasti jantan. Sudah pasti hewan kurbanmu jantan. Mengapa harus jantan? Karena Dompet Dhuafa memperhatikan keberlanjutan hewan ternak. Bila terlalu banyak hewan betina yang dijadikan hewan kurban, maka kemungkinan besar populasi hewan betina tidak seimbang, sehingga sulit untuk berkembang biak kembali.

Kedua, pasti lolos quality control. Dompet Dhuafa selalu memastikan kondisi fisik dan kesehatan hewan kurban baik dan berkualitas. Proses quality control telah melalui banyak tahapan, mulai dari menimbang beratnya, memastikan hewan kurban sehat, hingga memastikan hewan kurban tidak cacat sesuai dengan syariat.

Ketiga, pasti distribusi hingga pelosok negeri. Dompet Dhuafa berkomitmen mendistribusikan daging kurban ke wilayah-wilayah terpencil dan pelosok. Mengapa? Sebab, di tempat-tempat itu masih banyak warga yang belum bisa berkurban, sehingga tak bisa mengonsumsi daging. Menurut riset IDEAS, sebagian besar hewan kurban masih terpusat di kota-kota besar yang mana daging kurban berakhir menumpuk.

Keempat, pasti laporan ngebut. Proses berkurban di Dompet Dhuafa transparan dan amanah. Sebisa mungkin, kami melaporkan kondisi hewan kurban secara real time, mulai dari pemilihan, penyembelihan, hingga penyaluran daging kurban melalui sistem terintegrasi yang dapat diakses dengan mudah oleh kamu, para donatur. 

Selain keempat nilai plus di atas, dengan berkurban melalui Dompet Dhuafa, kamu juga sudah turut memberdayakan para peternak lokal. Dompet Dhuafa mengambil hewan-hewan ternak dari peternak lokal dengan tujuan membantu keberlanjutan usaha ternak mereka, sehingga ekonomi para peternak merata dan berjalan baik. (RQA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sudah Zakat Profesi Bulanan, Haruskah Zakat Dari Tabungan?

    Sudah Zakat Profesi Bulanan, Haruskah Zakat Dari Tabungan?

    Haruskah Berzakat Profesi dan Tabungan? Pertanyaan: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz,…

  • Zakat Fitrah dan Ketentuannya dalam Islam

    Zakat Fitrah dan Ketentuannya dalam Islam

    Salah satu hal yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah…

  • 5 Keutamaan Puasa di Bulan Rajab, Hukum dan Haditsnya, Dahsyat.!

    5 Keutamaan Puasa di Bulan Rajab, Hukum dan Haditsnya, Dahsyat.!

    Ahlan wa sahlan, selamat datang bulan Rajab. Bulan istimewa ini…

  • Bolehkah Zakat dengan Uang Angpao dari Non Muslim?

    Bolehkah Zakat dengan Uang Angpao dari Non Muslim?

    Bolehkah Zakat dengan Uang Angpao? Manusia selalu butuh sinergi untuk…

  • Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha Agar Rezeki Mujur?

    Kapan Batas Waktu Sholat Dhuha Agar Rezeki Mujur?

    Salah satu ibadah sunnah yang digadang-gadang menjadi pembuka rezeki adalah…

  • Mustahik, 8 Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat

    Mustahik, 8 Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat

    Mustahik adalah golongan orang yang berhak menerima zakat, sedangkan muzakki…

  • Hukum Memakan Harta Anak Yatim Menurut Pandangan Islam

    Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan untuk memuliakan semua makhluk…

  • Kisah Pasutri Penyintas Semeru, Rumah dan Sawah Hancur

    Kisah Pasutri Penyintas Semeru, Rumah dan Sawah Hancur

    Seakan Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, sudah menjadi…

  • Di Tengah Pandemi 2021, Dompet Dhuafa Catat Pertumbuhan Donatur Hingga 15 Persen

    Di Tengah Pandemi 2021, Dompet Dhuafa Catat Pertumbuhan Donatur Hingga 15 Persen

    JAKARTA- Pada pembukaan Social Humanity Outlook sebagai pemuncak rangkaian Indonesian…