Layanan :

0804-100-4000 (Call Center)

+62 81-546-506-000

Tinggal Di Antara Bukit Sampah, Nurlia Bahagia Mendapat Paket Fidyah

Matahari mulai sayu, perlahan ia menjauh bersembunyi di balik hulu. Di bawah perbukitan sampah, rumah-rumah kayu tak beraturan berdiri tak terlalu tegak, seakan enggan untuk lama berpijak. Terlihat dari kejauhan, puluhan warga berkumpul di sebuah musala, pusat aktivitas warga Kelurahan Kabil, Nongsa, Batam.

Lokasi ini menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluruh sampah yang dihasilkan dari berbagai penjuru Batam. TPA ini bukan hanya sekedar sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan menjadi tempat menyimpan banyak harapan bagi para pejuang rupiah.

Meski harus menahan panasnya terik matahari dan dinginnya udara malam, ditambah aroma yang menyengat di antara gunungan sampah yang tinggi menjulang, mereka berjibaku mengkurasi sampah mulai dari botol plastik, gelas plastik, kaleng besi, hingga perlengkapan barang untuk dipakai pribadi.

(Foto Atas: Foto Rumah Nurlia sekeluarga. Foto Bawah: Nurlia berterima kasih kepada Tim Dompet Dhuafa)

Sore itu, Senin (13/3/2023), Tim Dompet Dhuafa Kepulauan Riau mengunjungi rumah-rumah warga Kelurahan Kabil. Tujuannya untuk menyampaikan amanah paket fidyah yang dibayarkan oleh masyarakat melalui Dompet Dhuafa.

Salah satu penerima manfaat fidyah adalah Nurlia (70), ia tinggal bertiga dengan sang suami, Hainuddin (70), dan salah satu dari 12 anaknya. Setiap hari, ia dan suami ‘berenang’ di tumpukan-tumpukan sampah untuk mengais pundi-pundi rupiah.

“Setiap hari saya dan bapak kerja diupah dari ngumpulin botol-botol bekas. Dibersihin dan dikirim ke perusahaan pengepul,” jelas wanita kelahiran rahim Bugis itu.

(Kaleng bekas yang dikumpulkan Nurlia dan suami)

Ia berkisah, telah tinggal menetap di kawasan TPA ini sejak tahun 2000. Sebelumnya, Nurlia bertemu dengan sang suami di Malaysia saat ia masih sedang menjadi TKW di sana. Saat ini, masih ada satu orang anaknya yang sedang sekolah tingkat SMP di Ponpes Mambaul Hidayah.

Kejadian tragis pun pernah menimpanya. Rumah yang ia tempati sebelumnya mengalami kebakaran, hingga semua dokumen juga ikut dilahap si jago merah.

“Rumahku habis total kebakar. Ini dulu orang Singapura yang bantu bangun ini,” terangnya sambil menunjuk sudut-sudut rumah kayunya.

(Tim Dompet Dhuafa Kepri menyiapkan 100 Paket Fidyah menggunakan Mobil Darling)

Sebagai pemulung, pendapatannya tidak menentu. Hasil yang didapat sesuai dengan banyak sedikitnya botol/gelas yang terkumpul. Tujuh kali dalam seminggu ia harus berkeliling TPA untuk bekerja. Seminggu sekali ia menyetor hasil yang dikumpulkan ke perusahaan pengepul.

“Tapi ‘kan namanya kita diupah, kadang cuma dikasih Rp200.000 (dua ratus ribu rupiah) atau kadang lebih. Kadang alhamdulillah, satu bulan bisa dapat 2 juta,” sebutnya.

Hal yang membuatnya sedih, tatkala dirinya sakit berbarengan dengan suaminya yang juga sedang sakit. Sedangkan ia harus tetap butuh pemasukan untuk membiayai anaknya sekolah.

“Yang sedih itu kalau saya sakit, bapak juga sakit, siapa yang nyari biaya sekolah buat anak. Kadang buat kebutuhan makan saja susah,” lanjutnya lirih.

Pada saat itu, biarpun sang suami dalam kondisi lemas, ia masih harus terus keluar untuk bekerja. Sebab, ia harus melunasi bayaran sekolah yang jumlahnya sebesar Rp920.000 per bulan. Sedangkan anak-anak yang lain juga terkadang belum dapat gaji pekerjaan. Mereka juga memiliki kebutuhan untuk keluarga dan anak-anaknya.

(Botol-botol bekas yang dikumpulkan Nurlia dan sang suami.)

Anak-anaknya dapat tumbuh dewasa, bisa sekolah, hingga menikah dari hasil sang ibu dan sang bapak mengais barang-barang bekas di TPA.

Kehadiran Dompet Dhuafa ke kediamannya menjadi penambah bumbu semangat baginya dan suami. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian umat muslim atas saudara-saudaranya yang kurang beruntung. Segenap donatur pun menitipkan harapan yang tinggi bagi para penerima manfaat agar kelak dapat keluar dari belenggu kemiskinan sehingga anak dan keturunannya menjadi kelompok muzaki, bukan mustahik lagi.

“Terima kasih banyak. Mudah-mudahan kita semua diluaskan rezekinya. Saya senang menerima bapak-ibu di sini. Kita itu harus baik sama orang, orang pun akan baik sama kita,” tutup Nurlia mengakhiri perbincangan. (Dompet Dhuafa/Muthohar)

 

SALURKAN FIDYAH MELALUI DOMPET DHUAFA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • DARLING (Dapur Keliling) Dompet Dhuafa di Aksi Damai Batam Bersama Palestina

    DARLING (Dapur Keliling) Dompet Dhuafa di Aksi Damai Batam Bersama Palestina

    DARLING (Dapur Keliling) Dompet Dhuafa Kepri, hari Ahad kemarin tanggal…

  • Pekan Ceria: Cerita Pesisir. Program Kolaborasi Kampung Dongeng Kepri dan Dompet Dhuafa Kepri

    Pekan Ceria: Cerita Pesisir. Program Kolaborasi Kampung Dongeng Kepri dan Dompet Dhuafa Kepri

    (Minggu, 01 September 2024), Dompet Dhuafa Kepulauan Riau bersama Kampung…

  • LPDP Siap Dukung Para Dokter Dompet Dhuafa Raih Beasiswa Dokter Spesialis

    LPDP Siap Dukung Para Dokter Dompet Dhuafa Raih Beasiswa Dokter Spesialis

    Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka kesempatan para dokter…

  • Ajak Adik-Adik Yatim Belanja Seru di Tanjung Pinang

    Ajak Adik-Adik Yatim Belanja Seru di Tanjung Pinang

    Tanjungpinang, 25 Agustus 2024 – Suara tawa riang anak-anak memenuhi…

  • Sedekah Menolak Bala dan Bencana dalam Kehidupan Manusia

    Sedekah Menolak Bala dan Bencana dalam Kehidupan Manusia

    Selain pahala besar yang telah Allah janjikan, sedekah juga memiliki…

  • Kunjungan 5 Pemuda Temui Presiden Israel, Khianati Perjuangan Palestina dan Menyakiti Rakyat Indonesia

    Kunjungan 5 Pemuda Temui Presiden Israel, Khianati Perjuangan Palestina dan Menyakiti Rakyat Indonesia

    JAKARTA, 16 Juli 2024. Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika,…

  • Aksi Bersih-Bersih Sampah: Upaya Divers Clean Action dan Dompet Dhuafa Selamatkan Laut dari Pencemaran

    Aksi Bersih-Bersih Sampah: Upaya Divers Clean Action dan Dompet Dhuafa Selamatkan Laut dari Pencemaran

    KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA — Kita mungkin saja memakan mikroplastik dengan cara…

  • Berkah Zakat Bantu Ita dan Fatih Lawan Stunting

    Berkah Zakat Bantu Ita dan Fatih Lawan Stunting

    JAKARTA — Kasih seorang ibu tak terhingga sepanjang masa. Ini kisah…

  • Bagaimana Cara Menyikapi Bullying dalam Islam?

    Bagaimana Cara Menyikapi Bullying dalam Islam?

    Perilaku bullying atau merundung sebenarnya banyak terjadi di sekitar kita. Mulai dari…